---
title: "Perjalanan misioner kedua Paulus"
canonical: "https://paulineletters.com/id/explore/second-missionary-journey"
published: "2026-08-24"
updated: "2026-08-24"
language: "id"
license: "https://paulineletters.com/id/explore/license"
source: "Surat-Surat Paulus · Pauline Letters"
---

# Perjalanan misioner kedua Paulus

> Perjalanan kedua tidak memperlihatkan strategi lurus menuju barat, melainkan jalan yang diubah oleh rute-rute tertutup, rekan-rekan baru, dan keputusan-keputusan tak terduga.

**Bagaimana misi Paulus berpindah dari Asia Kecil ke Makedonia dan Yunani?**

Perjalanan kedua, kira-kira pada 49–52 M, dimulai dengan perselisihan: Paulus tidak membawa Yohanes yang disebut Markus, berpisah dari Barnabas, lalu berangkat bersama Silas. Di Listra, Timotius bergabung dengan mereka. Roh tidak mengizinkan mereka memberitakan Injil di provinsi Asia dan pergi ke Bitinia, sehingga mereka mencapai Troas dan menyeberang ke Makedonia: mengunjungi Filipi, Tesalonika, Berea, dan Athena, lalu tinggal delapan belas bulan di Korintus.

- **Tanggal:** sekitar 49–52
- **Tempat:** Siria, Asia Kecil, Makedonia, dan Akhaya
- **Rujukan utama:** Kis. 15:36–18:22; 1–2 Tes.

## Perjalanan dalam konteks

Dalam Kisah Para Rasul, arah-arah yang tertutup dan penglihatan Makedonia mendapat penjelasan teologis, sedangkan keputusan praktis mengenai jalan hanya diuraikan sebagian. Panduan ini membandingkan kisah itu dengan surat-surat dan membedakan kesaksian langsung dari tanggal dan garis rute yang direkonstruksi.

Perjalanan dimulai dengan perselisihan. Paulus dan Barnabas memperdebatkan apakah akan membawa Yohanes yang disebut Markus, yang sebelumnya meninggalkan mereka; Barnabas berlayar bersama Markus ke Siprus, sedangkan Paulus memilih Silas dan berjalan melalui Siria serta Kilikia. Di Listra Timotius bergabung dengan mereka. Paulus menyunatnya demi orang Yahudi setempat—suatu langkah praktis yang berdampingan dengan penolakan tegas untuk menganggap sunat sebagai syarat keselamatan.

Menurut Kisah Para Rasul, Roh menentukan arah perjalanan: Paulus tidak diizinkan memberitakan Injil di provinsi Asia dan masuk ke Bitinia, lalu di Troas penglihatan seorang Makedonia memanggilnya untuk menolong. Di sini narasi beralih ke ‘kami’, mungkin menandai bergabungnya penulis dengan rombongan. Makna teologis dari jalan-jalan tertutup dan penglihatan yang memanggil itu jelas, tetapi keadaan praktis dari keputusan-keputusan tersebut hampir tidak diungkapkan.

## Yang ditunjukkan oleh sumber-sumber

Di Makedonia misi itu berakar melalui episode-episode yang hidup: pertobatan Lidia, penjual kain ungu di Filipi; pembebasan seorang hamba perempuan dari roh tenung; dan malam di penjara yang berakhir dengan gempa bumi serta pertobatan kepala penjara. Di Tesalonika dan Berea, Paulus berdiskusi di rumah-rumah ibadah, dan Kisah Para Rasul memuji orang Berea karena setiap hari menguji yang mereka dengar dengan Kitab Suci.

Jemaat-jemaat yang didirikan di sini menghubungkan kisah perjalanan ini dengan surat-surat Paulus yang paling awal masih tersimpan: kemudian, ketika sudah di Korintus, ia menulis kepada jemaat Tesalonika tentang ketekunan mereka di bawah tekanan. Dari Makedonia perjalanan berlanjut ke Athena dan Korintus, lalu Paulus kembali melalui Efesus ke Antiokhia. Hasilnya ialah jaringan jemaat di seluruh dunia Aegea, bukan keberhasilan di satu kota puncak.

Jemaat-jemaat di Filipi, Tesalonika, Berea, Athena, dan Korintus menghubungkan kisah perjalanan ini dengan surat-surat Paulus yang paling awal masih tersimpan. Kisah interaktif mengubah urutan itu menjadi adegan dan gerakan, sedangkan panduan historis mempertahankan rujukan sumber dan peringatan yang diperlukan.

## Hal yang masih diperdebatkan

Urutan tepat dari larangan-larangan, rute yang tidak ditempuh, dan identitas narator yang berbicara ‘kami’ tetap diperdebatkan. Kisah Para Rasul memberi makna teologis pada perpindahan-perpindahan itu, bukan menyusun catatan perjalanan, dan tidak menjelaskan mengapa setiap jalan tertutup. Panduan ini menunjukkan kota-kota yang disaksikan, sedangkan motif keputusan dan jalan-jalan tepat di antaranya ditandai sebagai rekonstruksi.

## Pertanyaan umum

### Ke mana Paulus pergi dalam perjalanan misioner keduanya?

Melalui Siria dan Kilikia ke jemaat-jemaat Galatia, lalu ke barat ke Troas; melintasi Makedonia—ke Filipi, Tesalonika, dan Berea; kemudian ke selatan, ke Athena dan akhirnya Korintus, tempat Paulus tinggal selama delapan belas bulan.

### Mengapa Paulus dan Barnabas berpisah?

Karena Yohanes yang disebut Markus. Menurut Kisah Para Rasul, Barnabas ingin membawanya kembali dalam perjalanan, Paulus keberatan, dan perselisihan itu begitu tajam sehingga kedua rekan pelayanan itu berpisah. Kisah tersebut tidak memperhalus perpecahan itu; keduanya meneruskan pelayanan melalui rute yang berbeda.

### Apa arti penglihatan Makedonia?

Sesudah Roh tidak mengizinkan mereka memberitakan Injil di provinsi Asia dan masuk ke Bitinia, Paulus pada malam hari di Troas melihat seorang Makedonia yang meminta pertolongan. Di sini narasi untuk pertama kalinya beralih ke ‘kami’; banyak pembaca menilai bahwa pada saat itu penulis Kisah Para Rasul bergabung dengan rombongan.

### Mengapa Paulus menyunat Timotius?

Kisah Para Rasul menggambarkannya sebagai keputusan praktis untuk konteks setempat, mengingat latar belakang Timotius yang campuran dan komunitas-komunitas setempat yang akan dikunjungi Paulus serta rekan-rekannya. Hal ini tampak janggal bila dibandingkan dengan Surat Galatia, dan ketegangan itu sebaiknya dicatat, bukan dihaluskan.

---

Resmi: https://paulineletters.com/id/explore/second-missionary-journey
